Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Donald Trump dalam wawancara dengan jaringan “Fox 5 Las Vegas” mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, perundingan dengan Iran “berjalan dengan baik” dan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah dekat.
Ia, dengan menekankan bahwa dirinya lebih memilih solusi diplomatik, mengatakan ingin krisis ini berakhir melalui jalur perundingan. Meski begitu, ia juga memperingatkan bahwa jika diperlukan, opsi-opsi lain tetap berada di atas meja.
Bersamaan dengan itu, Reuters, mengutip satu sumber Iran dan dua pejabat kawasan, melaporkan bahwa dalam kerangka usulan kesepakatan antara Iran dan Oman, isu peran Iran dalam mengatur lalu lintas kapal-kapal yang masuk ke Teluk Persia melalui Selat Hormuz telah dibahas.
Namun, sumber-sumber tersebut menegaskan bahwa masih terdapat perbedaan penting terkait rincian kesepakatan, sehingga belum dapat dikatakan bahwa kesepakatan sudah benar-benar akan segera tercapai.
Berdasarkan laporan ini, beberapa isu yang sedang dinegosiasikan mencakup sejauh mana kewenangan Iran dalam mengatur lalu lintas kapal, mekanisme pemeriksaan kapal, serta kemungkinan pemungutan biaya dari kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.
Sebaliknya, beberapa pihak kawasan menekankan perlunya pengawasan negara-negara pesisir terhadap proses pemeriksaan kapal. Amerika Serikat juga menolak penerapan pungutan apa pun terhadap lalu lintas laut.
Dalam kaitan ini, Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran bidang hukum dan internasional, menegaskan bahwa setiap bentuk kesepahaman mengenai Selat Hormuz harus dilakukan hanya antara Iran dan Oman. Republik Islam Iran, katanya, tidak akan menerima intervensi asing apa pun di jalur strategis tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa pelaksanaan setiap kesepakatan yang mungkin dicapai mensyaratkan terpenuhinya kebutuhan teknis dan hukum yang diperlukan. Jalur baru yang sedang dibahas, apabila disepakati, akan bersifat sementara.
Komentar Anda